SINAR X

Written by ELCHOIR 0 komentar Posted in:

Sinar –x adalah gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang 10-8 -10-12 m dan frekuensi sekitar 1016 -1021 Hz.sinar ini dpat menembus benda-benda lunak seperti daging dan kulit tetapi tidak dapat menembus benda-benda keras seperti tulang,gigi,dan logam.Sinar x sering di gunakan di berbagai bidang seperti bidang kedokteran,fisika,kimia,mineralogy,metarulugi,dan biologi.

Sinar x di temukan secara tidak sengaja oleh Wilhelm Conrad Rontgen (1845-1923).Ilmuwan Jerman pada November 1895.Pada waktu itu,Rontgen sedang mempelajari pancaran electron dari tabung katode.Lempeng logam yang letaknya di dekat tbung katode memencarkan sinar flueresens selama electron di alirkan.Oleh sebab itu,Rontgen menyimpulkan bahwa sinar tersebut di sebabkan oleh radiasi dari suatu atom.karena tidak di kenal dalAm ilmu,maka Rontgen memberikan nama dengan sebutan SINAR X.

MANFAAT SINAR X, :
*dalam ilmu kedokteran,sinar x dapat digunakan untuk melihat kondisi tulang,gigi serta organ tubuh yang lain tanpa melakukun pembedahan langsung pada tubuh pasien. Biasanya,masyarakat awam menyebutnya dengan sebutan ‘’FOTO RONTGEN’’.Selain bermanfaat,sinar x mempunyai efek/dampak yang sangat berbahaya bagi tubuh kita yaitu apabila di gunakan secara berlebihan maka akan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya,misalnya kanker.Oleh sebab itu para dokter tidak menganjurkan terlalu sering memakai ‘’FOTO RONTGEN’’ secara berlebihan.

Read more

SISTEM REPRODUKSI PADA HEWAN

Written by ELCHOIR 0 komentar Posted in:


1. Pisces
Sistem Genitalia Jantan·
a. Testis berjumlah sepasang, digantungkan pada dinding tengah rongga abdomen oleh mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan testisnya panjang dan seringkali berlobus.
b. Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus bagian anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis dengan mesonefrus, yang disebut dutus deferen. Bagian posterior duktus aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis, lalu dari sini akan terbentuk kantung sperma. Dutus deferen akan bermuara di kloaka. Pada Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan sistem reproduksi menuju kloaka secara terpisah.
Sistem Genitalia Betina·
a. Ovarium pada Elasmoranchi padat, tapi kurang kompak, terletak pada anterior rongga abdomen. Pada saat dewasa yang berkembang hanya ovarium kanan. Pada Teleostei tipe ovariumnya sirkular dan berjumlah sepasang.
b. Saluran reproduksi Elasmoranchi berjumlah sepasang, bagian anteriornya berfusi yang memiliki satu ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Oviduk sempit pada bagian anterior dan posteriornya. Pelebaran selanjutnya pada uterus yang bermuara di kloaka. Pada Teleostei punya oviduk pendek dan berhubungan langsung dengan ovarium. Pada bagian posterior bersatu dan bermuara pada satu lubang. Teleostei tidak memiliki kloaka. 2. Amphibi
Sistem Genitalia Jantan·
a. Testis berjumlah sepasang, berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum, terletak di bagian posterior rongga abdomen.
b. Saluran reproduksi. Tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. Di dekat kloaka, duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis, berjalan ke medial menuju ke bagian kranial ginjal. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal, ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai.
Sistem Genitalia Betina·
a. Ovarium berjumlah sepasang, pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak bermwarna kuning (korpus adiposum). Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis, masing-masing gonalis, dan pars progonalis. Ovarium digantungkan oleh mesovarium.
b. Saluran reproduksi, oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal.oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus. Dan akhirnya bermuara di kloaka. 3. Reptil
Sistem Genitalia Jantan·
a. Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan dari pada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin.
b. Saluran reproduksi, duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek.
Sistem Genitalia Betina·
a. Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan bagian permukaannya benjol-benjol. Letaknya tepat di bagian ventral kolumna vertebralis.
b. Saluran reproduksi, oviduk panjang dan bergelung. Bagian anterior terbuka ke rongga selom sebagai ostium, sedang bagian posterior bermuara di kloaka. Dinding bersifat glanduler, bagian anterior menghasilkan albumin yang berfungsi untuk membungkus sel telur, kecuali pada ular dan kadal. Bagian posterior sebagai shell gland akan menghasilkan cangkang kapur. 4. Aves
Sistem Genitalia Jantan·
a. Testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin, terletak di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Pada musim kawin ukurannya membesar. Di sinilah dibuat dan disimpan spermatozoa.
b. Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan dengan epididimisyang kecil kemudian menuju duktud deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.
Sistem Genitalia Betina·
a. Ovarium. Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen.
b. Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian; bagian anterior adalah infundibulumyang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang kapur. (Buku SH II, diktat Asistensi Anatomi Hewan, Zoologi). 5. Mamalia
Sistem Genitalia Jantan·
a. Testis berjumlah sepasang, bentuknya bulat telur dan terletak di dalam skrotum, dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa, tunika albugenia. Ukuran testis tergantung pada hewannya. Jika testis tidak turun ke skrotum disebut Cryptorchydism yang menyebabkan sterilitas. Lintasan antara rongga abdomen dan rongga skrotum disebut saluran inguinal.
b. Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus berkembang menjadi duktus eferen kemudian akan menuju epididimis. Epididimis terletak di sekeliling testis. Epididimis anterior (kaput epididimis) lalu kea rah posteriorkorpuus dan kauds yang berbatasan dengan duktus deferen. Duktus wolf menjadi epididimis, duktud deferen, dan vesikula seminalis.
Sistem Genitalia Betina·
a. Ovarium berjumlah sepasang, merupakan organ yang kompak, dan terletak di dalam rongga pelvis.
b. Saluran reproduksi
Pada monotremata oviduk uviduk hanya sebelah kiri yang berasal dari duktus Muller. Oviduk bagian posteriornya berdilatasi membentuk uterus yang mensekresikan bungkus telur. Oviduk menuju ke sinis urogenital dan bermuara di kloaka. Pada mamalia yang lain duktus Muller membentuk oviduk, uterus, dan vvagina. Bagian anterior oviduk (tuba falopi) membentuk infundibulum yang terbuka kearah rongga selom.
Ada 4 macam tipe uterus:
o Dupleks; uterus kanan dan kiri terpisan dan bermuara secara terpisah ke vagina.
o Bipartil; uterus kanan dan kiri bersatu yang bermuara ke vagina dengan satui lubang.
o Bikornuat; bagian uterus kana dan kiri labih banyak yang bersatu bermuara ke vagina dengan satu lubang.
o Simpleks; semua uterus bersatu sehingga hanya memiliki badan uterus. Kelenjar seks asesori Jantan
Vesika Seminalisv
Berupa sepasang kantong yang dindingnya berkelok-kelok, salurannya bermuara setelah bagian ampuladuktus deferen. Sekretnya berfungsi sebagai sumber energi bagi sperma serta menetralkan sifat asam vagina.
Kelenjar Prostatv
Pada mamalia merupakan kelenjar tunggal, terletak di bagian inferior kantong urin, mengelilingi uretra prostetik.
Kelenjar Cowperv
Pada manusia berjumlah sepasang, ukurannya kecil, bentuknya menyerupia kacang polong, terletak di bawahnya kelenjar prostat. Organ Kopulatoris (Jantan)
1. Pisces
Organ kopulatoris merupakan modifikasi sirip anal maupun sirip pelvis. Sirip pelvis pada elasmoranchi akan termodifikasi menjadi clasper. Pada teleostei sirip anal memanjang membentuk gonopodium.
2. Amphibi
Tidak memiliki organ kopulatoris jarena fertilisasinya terjadi secara eksternal.
3. Reptil
Semua reptil selain spenodon memilikiorgan kopulatoris, ular dan kadal mempunyai hemi penis, sedangkan pada buaya penis.
4. Aves
Berupa penis yang serupa dengan penis pada kura-kura maupun buaya.
5. Mamalia
Pada monotremata mirip dengan yang terdapat pada kura-kura, sedangkan untuk mamalia yang lebih tinggi, penis terletak di sebelah anterior skrotum. Organ Reproduksi Interna (Betina)
Vulva pada primata terdapat dua lapisan kulit, yaitu labia minora yang terletak di tepi vestibulumyang terbuka. Pada kera dan manusia terdapat labia mayora. Di bagian dinding ventral dari vestibula terdapat klitoris yang homolog dengan penis. Di kedua sisi vesti bulum terdapat kelenjar seks asesori yaitu kelenjar Bartholin. Kelenjar Susu (Betina)
Kelenjar susu hanya terdapat pada mamalia. Kelenjar susu merupakan modifikasi dari kelenjar keringat. Perkembangannya dikontrol oleh hormon estrogen dan progesterone. Produksi susu dirangsang oleh hormon prolaktin, sedangkan pengeluaran susu dirangsang oleh hormon oksitosin.

Read more

SISTEM PERNAFASAN PADA MANUSIA

Written by ELCHOIR 0 komentar Posted in:


Alat-alat pernapasan pada manusia meliputi :

1. Hidung Hidung merupakan organ pertama yang dilalui oleh udara. Di dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut dan selaput lendir, yang berfungsi sebagai penyaring, penghangat, dan pengatur kelembaban udara yang akan masuk keparu-paru.
Sebaiknya bernapas selalu melalui hidung. Mengapa demikian ? Pernahkah kalian merasa susahnya bernapas lewat hidung ketika flu ?

2. Saluran Pernapasan : · Faring Faring (tekak) merupakan persimpangan antara kerongkongan dan tenggorokan. Terdapat katup yang disebut epiglotis (anak tekak) berfungsi sebagai pengatur jalan masuk ke kerongkongan dan tenggorokan. · Laring Laring adalah pangkal tenggorokan, terdiri atas kepingan tulang rawan membentuk jakun dan terdapat celah menuju batang tenggorok (trakea) disebut glotis, di dalamnya terdapat pita suara dan beberapa otot yang mengatur ketegangan pita suara sehingga timbul bunyi. · Trakea (Batang Tenggorok) Berupa pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapisan, yaitu lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan, dan lapisan dalam terdiri atas jaringan epitelium besilia. Terletak di leher bagian depan kerongkongan · Bronkhus Merupakan percabangan trakea yang menuju paru-paru kanan dan kiri. Struktur bronkhus sama dengan trakea, hanya dindingnya lebih halus. Kedudukan bronkhus kiri lebih mendatar dibandingkan bronkhus kanan, sehingga bronkhus kanan lebih mudah terserang penyakit · Bronkheolus Bronkheolus adalah percabangan dari bronkhus, saluran ini lebih halus dan dindingnya lebih tipis. Bronkheolus kiri berjumlah 2, sedangkan kanan berjumlah 3, percabangan ini akan membentuk cabang yang lebih halus seperti pembuluh. · Alveolus Berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung udara, dindingnya tipis setebal selapis sel, lembab dan berlekatan dengan kapiler darah.
Alveolus berfungsi sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m2 (50 x luas permukaan tubuh) cukup untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.

3. Paru-paru Berjumlah sepasang terletak di dalam rongga dada kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus (gelambir), sedangkan paru-paru kiri memiliki 2 lobus (gelambir). Di dalam paru-paru ini terdapat alveolus yang berjumlah ± 300 juta buah. Bagian luar paru-paru dibungkus oleh selaput pleura untuk melindungi paru-paru dari gesekan ketika bernapas, berlapis 2 dan berisi cairan eberapa cincin rawan yang pada bagian belakangnya terbuka. Dalam rongga dada, tenggorok bercabang dua yaitu tenggorok kanan dan kiri yang masing-masing cabang memasuki paru-paru kanan dan paru-paru kiri.

Kelainan/Gangguan/Penyakit Sistem Pernapasan/Respirasi Manusia – Kesehatan Pada Masayarakat

1. Kelainan/Gangguan/Penyakit Saluran Pernapasan

a. Penyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis. Bronkis disebabkan oleh bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan sedangkan asma adalah penyempitan saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami kontraksi yang mengganggu jalan napas.

b. Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas.

c. Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.

d. Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang mempersempit jalan nafas. Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untuk bernapas.

e. Pleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau disebut pleura. f. Bronkitis, adalah radang pada bronkus.

2. Kelainan/Gangguan/Penyakit Dinding Alveolus

a. Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.

b. Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yang mengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.

c. Masuknya air ke alveolus.

Read more

SISTEM EKSKRESI

Written by ELCHOIR 0 komentar Posted in:

Sistem Ekskresi :Setiap permukaan yang bersifat permeable dan yang secara langsung menghubungkan antara struktur yang berisi produk ekskresi dan lingkungan luar. Fungsi Sistem Ekskresi
1. Membuang limbah yang tidak berguna dan beracun dari dalam tubuh
2. Mengatur konsentrasi dan volume cairan tubuh (osmoregulasi)
3. Mempertahankan temperatur tubuh dalam kisaran normal (termoregulasi)
4. H o m e o s t a s i s

1. Sistem ekskresi pada mamalia

Paru-paru mamalia mempunyai permukaan ber spon (spongy texture) dan dipenuhi liang epitelium dengan itu mempunyai luas permukaan per isipadu yang lebih luas berbanding luas permukaan paru-paru. Paru-paru terletak di dalam rongga dada (thoracic cavity), dilindungi oleh struktur bertulang tulang selangka dan diselaputi karung dwi dinding dikenali sebagai pleura. Lapisan karung dalam melekat pada permukaan luar paru-paru dan lapisan karung luar melekat pada dinding rongga dada. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang dikenali sebagai rongga pleural yang berisi cecair pleural ini membenarkan lapisan luar dan dalam berselisih sesama sendiri, dan menghalang ia daripada terpisah dengan mudah.
Bernafas kebanyakannya dilakukan oleh diafragma di bawah, otot yang mengucup menyebabkan rongga di mana paru-paru berada mengembang. Sangkar selangka juga boleh mengembang dan mengucup sedikit.Ini menyebabkan udara tetarik ke dalam dan keluar dari paru-paru melalui trakea dan salur bronkus (bronkhial tubes) yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil dikelilingi oleh kapilari yang dipenuhi darah. Di sini oksigen meresap masuk ke dalam darah, di mana oksigen akan d angkut melalui hemoglobin. Darah tanpa oksigen dari jantung memasuki paru-paru melalui pembuluh pulmonari dan lepas dioksigenkan, kembali ke jantung melalui salur pulmonari.

2.Sistem ekskresi pada ikan

Ikan mempunyai system ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital.Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran kelamin yang berada tepat dibelakang anus. Ginjal pada ikan yang hidup di air tawar dilengkapi sejumlah glomelurus yang jumlahnya lebih banyak. Sedangkan ikan yang hidup di air laut memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan lambat.

3.Sistem ekskresi pada amfibi

Saluran ekskresi pada katak yaitu ginjal, paru-paru,dan kulit. Saluran ekskresi pada katak jantan & betina memiliki perbedaan, pada katak jantan saluran kelamin & saluran urin bersatu dengan ginjal, sedangkan pada katak betina kedua saluran itu terpisah. Walaupun begitu alat lainnya bermuara pada satu saluran dan lubang pengeluaran yang disebut kloaka.

4.Sistem ekskresi pada reptil

Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme.Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih.

5. Sistem Ekskresi Pada Hewan Invertebrata

Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. Pada umumnya, invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini berbeda antara invertebrata satu dengan invertebrata lainnya. Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi, nefridium, dan sel api. Nefridium adalah tipe yang umum dari struktur ekskresi khusus pada invertebrata. Berikut ini akan dibahas sistem ekskresi pada cacing pipih (Planaria), cacing gilig (Annellida), dan belalang.

6. Sistem Ekskresi pada Cacing Pipih

Cacing pipih mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai protonefridium. Protonefridium tersusun dari tabung dengan ujung membesar mengandung silia. Di dalam protonefridium terdapat sel api yang dilengkapi dengan silia.
Tiap sel api mempunyai beberapa flagela yang gerakannya seperti gerakan api lilin. Air dan beberapa zat sisa ditarik ke dalam sel api. Gerakan flagela juga berfungsi mengatur arus dan menggerakan air ke sel api pada sepanjang saluran ekskresi. Pada tempat tertentu, saluran bercabang menjadi pembuluh ekskresi yang terbuka sebagai lubang di permukaan tubuh (nefridiofora). Air dikeluarkan lewat lubang nefridiofora ini. Sebagian besar sisa nitrogen tidak masuk dalam saluran ekskresi. Sisa nitrogen lewat dari sel ke sistem pencernaan dan diekskresikan lewat mulut. Beberapa zat sisa berdifusi secara langsung dari sel ke air.

7. Sistem Ekskresi pada Anelida dan Molluska

Anelida dan molluska mempunyai organ nefridium yang disebut metanefridium. Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida, setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium, kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir.
Metanefridium memiliki dua lubang. Lubang yang pertama berupa corong, disebut nefrostom (di bagian anterior) dan terletak pada segmen yang lain. Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga tubuh (pseudoselom). Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya. Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua, disebut nefridiofor. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium, bahan-bahan yang berguna seperti air, molekul makanan, dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar. Metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi.Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Zat sisa ada dua bentuk, yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik, yaitu ureum. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab, anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi.

8.Alat ekskresi pada Belalang (Insekta)

Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata. Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut.
Pembuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses.

Read more

Bahaya Merokok :

Written by ELCHOIR 0 komentar Posted in:

Bahaya Merokok :
Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, pita suara dan esofagus. Wanita perokok memiliki kemungkinan 13 kali lebih tinggi kena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok. Pria perokok 23 kali lebih tinggi terkena kanker paru paru dibanding yang tidak merokok. Kanker perut dan lambung, kanker ginjal, kanker pankreas, bila fatal dapat menyebabkan diabetes mellitus I kencing manis, kanker leher rahim, kangker darah/Leukemia. Pneumonia, bronchitis, asthma, batuk kronis, gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, dan stroke. Untuk mencegah bahaya rokok masuk ke saluran pernafasan, perokok harus mengkonsumsi sumber Chlorophyl dan antioxidan secara teratur. Efek bagi manusia : Rambut rontok, katarak, kanker hidung, karies (gigi berlubang dan berwarna kuning), jari-jari pucat, kulit keriput, hilang pendengaran, kerusakan sperma, peradangan pada kulit yang gatal dll.

http://jalanterjalmendaki.files.wordpress.com/2009/03/bodysmokers.jpg

Read more

LAPORAN KEGIATAN KETUA PENYELENGGARA

DASAR PELAKSANAAN

1. Program Kerja Gerakan Pramuka Satuan Karya Pramuka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur;

2. Surat Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur nomor 13/13-C Tanggal 17 Januari 2010 tentang Kegiatan Pembinaan Satuan Karya;

LATAR BELAKANG

Kegiatan Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur Tahun 2010 merupakan arena berkegiatan bagi remaja Jawa Timur khususnya anggota gerakan pramuka Saka Wanabakti yang menyukai persahabatan, perdamaian, ketrampilan dan tantangan. Kegiatan Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur Tahun 2010 sekaligus menjadi media menyatukan perbedaan, saling pengertian, mengembangkan kreativitas dan peneguhan jati diri di antara berbagai latar belakang dan minat remaja Indonesia.

MAKSUD DAN TUJUAN

Kegiatan Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur Tahun 2010 dimaksudkan untuk Pemantapan Program Kegiatan Gerakan Pramuka Satuan Karya Pramuka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur, dengan tujuan sebagai berikut :

1. Membangun citra pramuka sebagai alternatif unggul dalam pendidikan anak dan remaja di luar sekolah dan luar rumah.

2. Mingkatkan kreatifitas dan keterampilan remaja khususnya anggota gerakan pramuka dalam menyongsong tantangan kehidupan.

3. Melatih remaja khususnya anggota gerakan pramuka untuk lebih bertanggung jawab atas rencana dan tugas yang diberikan.

4. Memberi media untuk saling bekerjasama, pengertian dan saling menghormati bagi remaja dengan beragam asal dan latar belakang.

5. Membangun rasa kesatuan dan persatuan diatas perbedaan asal dan golongan.

6. Menjadikan Kegiatan Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur Tahun 2010 sebagai salah satu kegiatan Bina Cinta Alam yang dapat dijadikan media untuk bertukar kegiatan dan menjadi contoh alternatif bentuk kegiatan pramuka, anak dan remaja.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan diselenggarakan pada :

Hari : Sabtu s/d Minggu

Tanggal : 10 s/d 11 April 2010

Tempat : Taman Wisata Alam Gunung Baung

BETUK DAN MATERI, SERTA PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN

Secara umum kegiatan Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur Tahun 2010 berupa kegiatan pembinaan dan pelatihan, dengan bentuk kegiatan sebagai berikut :

No.

Bentuk Kegiatan

Penanggung Jawab Kegiatan





Teori dan Praktek





1.

Pemantapan Dewan Saka Cabang

Pimpinan Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur

2.

Pendalaman Krida Guna Wana

Instruktur dari BP2HP Wil VIII Surabaya

3.

Pendalaman Krida Tata Wana

Instruktur dari Biro Renbang Perum Perhutani Unit II Jawa Timur

4.

Pendalaman Krida Bina Wana

Instruktur BBKSDA Jawa Timur

5.

Pendalaman Krida Reksa Wana

Instruktur dari Balai Besar KSDA Jawa Timur

6.

Junggle Tracking

Panitia Penyelenggara

PESERTA KEGIATAN

Peserta kegiatan adalah :

Dewan Saka Cabang Gerakan pramuka SAKA WANABAKTI Kwartir Daerah Jawa Timur.

Dengan kriteria sebagai berikut :

1. Setiap cabang mengirimkan utusan minimal 2 (dua);

2. Sehat jasmani dan rohani;

3. Membawa surat tugas dari pimpinan cabang, biodata peserta dan bukti transfer asli.

4. Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah :

Putra : 39 orang

Putri : 25 orang

Bindamping : 27 orang

ANGGARAN DANA

Dana kegiatan Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur Tahun 2010. Berasal dari :

1. Bantuan Kwarda Jatim

2. Bantuan Perum Perhutani Unit II Jatim

3. Donatur Tidak Mengikat

PENUTUP

Demikian laporan ini kami sampaikan atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih

Gunung Baung, 10 April 2010

Ketua

Luluk Suharjanto, S.Hut, MM






LAPORAN DARI DEWAN SAKA WANABAKTI PONOROGO

Pembinaan Dewan Saka Cabang

SAKA WANABAKTI

KWARTIR DAERAH JAWA TIMUR

I. PENDAHULUAN

Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur adalah suatu kegiatan khusus Dewan Saka Wanabakti. Dimana dalam kegiatan ini diadakan dalam bentuk Perkemahan. Kegiatannya meliputi Pendalaman Krida, Petualangan, dan masih banyak lagi.

Suatu kebanggaan bagi kami telah mengikuti kegiatan tersebut, apalagi kegiatan ini bertingkat Daerah, yang mempertemukan Anggota Saka Wanabakti di seluruh Jawa Timur, serta Pimpinan Saka Wanabakti Daerah Jawa Timur..

II. DASAR KEGIATAN

Dasar pelaksanaan Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur adalah :

1. Surat edaran I Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur.

2. Program kerja Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur

III. PELAKSANAAN

Hari : Sabtu s/d Minggu

Tanggal : 10-11 April 2010

Tempat : Kawasan Wisata Alam Gunung Baung, Pasuruan

IV. PESERTA

Peserta dari KPH Madiun adalah sebagai berikut :

1. Nama : Ahmad Muhibul Khoiri

Alamat : Joresan Mlarak Ponorogo

Kwarcab : Ponorogo

Jab/Gol : Ketua Dewan Saka Wanabakti Kwarcab Ponorogo

Agama : Islam

2. Nama : Abdul Rohman Hasyim

Alamat : Karanggebang Jetis Ponorogo

Kwarcab : Ponorogo

Jab/Gol : Anggota Saka Wanabakti Kwarcab Ponorogo

Agama : Islam

V. JENIS KEGIATAN

Jenis kegiatan yang dilaksanakan adalah :

1. Kegiatan di Ruang

Materi yang disampaikan diambilkan dari perwakilan setiap krida. Meliputi :

a. Krida Tata wana : Perisalah Hutan, Pemetaan dan Pengukuran Hutan dan Pengindraan Jauh

b. Krida Bina Wana : Persuteraan Alam, Konservasi Tanah dan Air, Pembibitan, Dll.

c. Krida guna Wana : Pengukuran Pohon penganalan Jenis Pohon, Pengukuran Pohon, Dll.

d. Krida Reksa wana : Keragaman Hayati, Konservasi Kawasan, Konservasi Jenis Satwa, PenangKaran Satwa, Dll.

e. Open Forum tentang masalah dan kendala yang Dihadapi di Cabang. Dengan hasil Kendala di Cabang :

1. Kurangnya Minat Dari Pesrta

2. Masalah Dana

3. Kegiatan yang Kurang

4. Sarana dan Prasarana kurang memadai

5. Tidak adanya Pembina Putri yang handal dibidangnya, Dll.

2. Kegiatan Pratek

a. Cara Penggunaan GPS.

b. Penjelajahan

c. Mengukur Tinggi Pohon

d. Pengenalan Jenis Pohon

VI. KESIMPULAN

1. Segi Materi

Materi – materi yang kami peroleh berkenaan dengan krida – krida yang ada dalam Saka Wanabakti, Ini adalah materi yang baru yang kami peroleh. Mengingat di Saka Wanabakti Ponorogo materi krida ini sama sekali belum pernah kita peroleh. Padahal materi yang harus kita pelajari di dalam saka wanabakti adalah materi kehutanan yang sudah terbagi dalam 4 krida yaitu Bina Wana, Tata Wana, Guna Wana dan Reksa Wana.

2. Segi Kegiatan

Banyak kegiatan yang kita ikuti, mulai dari pendalaman krida, petualangan, dan masih banyak lagi yang pastinya akan dapat menjadi acuan kegiatan di Saka Wanabakti Kwarcab Ponorogo.

3. Segi Lingkungan

Kami diperkenalkan dengan lingkungan yang baru, dimana lokasi perkemahan tertata rapi. Pendalaman krida pun langsung ditempatkan di Alam bebas (hutan), membuat kita langsung berinteraksi dengan lingkungan. Tempat ibadah pun dapat dijangkau dengan mudah.

4. Segi Fasilitas

Dari segi fasilitas sudah memadai, namun terdapat fasilitas yang masih kurang, seperti listrik, peserta merasa kesusahan untuk mendapatkannya, apalagi ketika hendak mengcharge handphone. Dan yanga dapat kami bawa pulang antara lain :

1. Pin peserta, pendamping

2. Kaos kegiatan

3. Piagam

4. Kaset CD tentang Materi

VII. HARAPAN

Harapan kami setelah kegiatan ini ;

a. Materi yang kami peroleh dapat kami kembangkan dan kami ajarkan kepada anggota Saka Wanabakti Kwarcab PonorogO

b. Adanya dukungan yang lebih dari pimpinan mengenai ;

1. Kegiatan harian di Saka Wanabakti Kwarcab Ponorogo

2. Penyampaian materi krida, mulai dari Instruktur sampai perlengkapan – perlengkapan pendukung lainnya

3. Kegiatan – kegiatan di ajang daerah maupun yang lebih tinggi

c. Adanya dukungan disetiap kegiatan yang diadakan oleh Saka Wanabakti

VIII. PENUTUP

Demikian laporan ini kami buat, kami sampaikan banyak terima kasih kepada Pimpinan dan semua pihak yang telah membantu terkirimnya perwakilan KPH Madiun sebagai peserta Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur.

Semoga kegiatan ini dapat membantu majunya Saka Wanabakti Kwarcab Ponorogo pada khususnya dan Gerakan Pramuka pada umumnya.

“Maju Saka Wanabaktiku, Lestari Rimbaku”

Ponorogo, 13 April 2010

Dewan Saka Kwarcab Ponorogo

Ketua

Ahmad Muhibul Khoiri


Perwakilan Peserta

Abdul Rohman Hasyim

Mengetahui,

Pimpinan Saka Wanabakti Kwarcab Ponorogo

Ketua Harian

Poerwadi S.Hut.

Wk. Adm / KSKPH Madiun Selatan




kemarin tanggal 10-11 April 2010, merupakan hari DiMaggio kami para anggota dewan saka, satuan karya wanabakti jawa timur bertemu dan berjumpa serta sapa-menyapa antar anggota dewan saka cabang sejawa timur dalam kegiatan "Pembinaan Dewan Saka Cabang Saka Wanabakti Kwartir Daerah Jawa Timur", yang dilaksanakan dikawasan wisata gunung baung, pasuruan, jawatimur. dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dewan saka cabang dari setiap saka wanabakti sejawa timur dan serta dihadiri oleh ketua saka wanabakti kwarda jatim yaitu kak Ir. Dody.
tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut tak lain dan tak bukan adalah sebagai sarana curhat atapun open forum serta evaluasi dan membahas masalah-masalah atau gejala-gejala dan hambatan-hambatan yang sedang dialami serta pernah dilalui para anggota dewan saka cabang.



















































Read more